Jumat, 06 Mei 2011

Membendung Radikalisme, Memperkokoh Ahlus Sunnah Wal Jama'ah


JAKARTA - Kelompok Islam pendukung perdamaian yang selama ini merupakan mayoritas diam harus bangkit dan bergerak guna menghadapi maraknya gerakan radikalisme agama di Indonesia.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan, sebenarnya hanya segelintir saja dari keseluruhan umat Islam Indonesia yang berideologi radikal, jauh lebih besar kelompok yang pro pada perdamaian yang merupakan "mayoritas diam".


Persoalannya, kelompok radikal yang jumlahnya tidak seberapa itu justru tampil mengatasnamakan Islam dengan tindakan yang justru mencoreng citra Islam.


"Kelompok diam ini harus bangkit, lebih proaktif membentengi dan menjaga kekuatan agar tidak terpancing oleh kelompok kecil yang mengatasnamakan Islam," katanya, dalam diskusi nasional Membendung radikalisme, memperkokoh ahlussunnah wal jama'ah yang diselenggarakan PKB di gedung DPP PKB di Jakarta, Minggu (1/5).


Di sisi lain, kata Muhaimin, pemerintah dan aparat keamanan harus bersikap lebih tegas dalam menghadapi kelompok radikal.


Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, saat ini kelompok garis keras tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.


Meskipun jumlahnya tidak sebesar kelompok Islam pro damai, namun mereka memiliki jaringan yang semakin kuat. Hadir pula Helmy Faishal Zain (Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal), Ida Fauziah (Ketua Fatayat NU), KH Abd. Ghafur (Wakil Sekretaris Syura) dan jajaran pengurus DPP PKB lainnya. (sumber: berbagaisumber)

:::Terimakasih telah membaca berita Membendung Radikalisme, Memperkokoh Ahlus Sunnah Wal Jama'ah silahkan baca berita terkait :::


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon